Posted on

One Moment


“What are you really looking for in a partner?”
“Standard banget ya pertanyaannya. Hehehe.” Desi tertawa kecil malu-malu.
“Jawabannya juga standard kok. Gua gak cari yang macem-macem. Uda telat juga kali ya.” Desi tertawa lagi.
“Kayak di iklan-iklan itu lah. Gua gak nyari cowok. Gua cari seorang L-E-L-A-K-I.” Desi dan Ricky tertawa terbahak-bahak.
“Trus, trus?” Mata Ricky memancarkan rasa penasaran bermega mega hertz ke mata Desi.
“Mmm…” Desi memainkan sendok di dalam gelas yang berisi iced lemon tea-nya. Diteruskannya jawaban yang tadi dia mulai dengan mengganti kata “gua” dengan “aku”.
“Aku suka lelaki yang kokoh secara fisik. Tau kan maksudnya. Yang bisa bikin aku mmm…kayak uda gak mau apa-apa lagi kecuali dipeluk.” Tawa genit Desi berpadu dengan senyum Ricky yang menemani matanya yang berklilat-kilat.
“Fisik buat aku penting. Aku nggak mau munafik kalo bilang fisik nggak penting. Tapi itu bukan berarti aku terlalu ke fisik, loh. Aku tau aku sendiri nggak sempurna.”
“Siapa bilang?” Senyum itu tidak berhenti dari bibir Rocky. Hal itu membuat Desi terinsipirasi untuk menyebutkan kritera berikutnya.
“Senyum yang bikin aku ngerasa seneng nerimanya tapi sekaligus takut buat kehilangan juga bisa bikin aku jatuh.”
“Oia?”
“Iya. Senyum itu bisa berkata banyak buat aku. Bukan cuma mata.”
“Serius?”
“Iiiiya. Mau tau senyum kamu itu kayak gimana?”
“Gimana emang?”
“Mmm…senyum kamu itu bilang ke aku kalo kamu itu orangnya tanggung jawab.”
“Dari mananya?” Ekspresi Ricky berubah seperti orang yang salah tingkah dipuji dengan aneh seperti itu.
“Bagian bawah bibir kamu sebenarnya yang nunjukin hal itu.”
“Maksudnya? Cepetan deh. Jadi penasaran,ni.” Ricky membenarkan caranya duduk dan sekarang badannya sedikit maju dengan siku kanannya di meja dan jari-jarinya menyangga kepalanya. Tiga jari dari tangan kanannya tersembunyi di bawah leher. Ibu jarinya mengelus-elus jambang tipisnya. Sementara ujung jari telunjuknya berakhir di pipi kiri.
“Bibir bawah nggak lari gitu aja ninggalin bibir atas kamu, kan?”
Tawa mereka memenuhi cafe kecil itu. Mata Ricky sempat basah dengan air mata tangis gara-gara lelucon Desi.
“You are so funny.” Kalimat itu meluncur di tengah tawa Ricky yang akhirnya mereda juga.
“Do you like funny girls?”
“Everybody does!”
“Really?”
“Yup. Trus trus?”
Desi berdehem membersihkan kerongkongannya dari sisa tawa tadi. Dia melanjutkan pemujaannya terhadap laki-laki di depannya.
Ketika Desi mau melanjutkan kalimatnya, Ricky memperingatkannya:
“Serius nih, ya. Jangan dikerjain lagi gua. Hehehe. I like listening to you, you know.”
“Ok. Serius nih.” Desi merebahkan punggungnya di sofa. Dia membenarkan posisi badannya untuk lebih relax. Diambilnya gelas iced lemon tea yang tadi di meja. Diaduknya pelan-pelan minuman itu.
“You know what I really want in a man?”
Tanpa menunggu jawaban Ricky, Desi menjawab sendiri pertanyaan itu dengan kepala menunduk memandang kekacauan yang dia timbulkan di gelas yang dia pegang.
“In the end of the day, a woman like me just wants a man to be by her side in a balcony of her place. Sitting next to her in silence for a moment. Together with her thinking the same things. Cursing the cruel world for whatever it has done to her. Asking her what was wrong that day. Offering a caress from the top of her head till the end of her hair. Telling her that it’s just her turn to have such a day. Making her sure that tomorrow would be better. And telling her that tomorrow is not any better than that day, he will still be in the same balcony and make sure that the perfect lover scene they are having will repeat itself.”
Diam. Sunyi. Tenang.
“Boleh ganggu?”
Ricky menoleh ke arah suara laki-laki yang ditunggunya dari tadi.
“Eh,…dateng juga. Em,…kenalin ini Desi, temen gua. Ini Adrian.”
Desi dan Adrian berjabatan tangan dan saling menyebutkan nama.
Setelah basa-basi yang tidak perlu, Ricky bermaksud berdiri untuk ke kamar kecil
“Lo berdua ngobrol dulu, ya. Gua mau ke toilet.”
“EH, gw juga deh.”
“Desi?”
“Gakpapa kan ditinggal sendiri sebentar?” Tanya Adrian.
“Nggak papa. Uda gede, kok.” Jawab Desi sambil ketawa. Lalu dai menambahkan:
“Met lomba ya. May the best man win.” Kemudian ketiganya tertawa. Ricky dan Adrian meninggalkan Desi di mejanya.

“Gua suka! Suka banget. Thanks ya. Kira-kira dia suka gua gak ya?”
“Lupain aja deh kalo soal urusan serius.”
“Maksud lo?” Adrian memasang tampang bingung setelah berhenti mencuci wajahnya.
“A possessive drama quees. Dia tadi cerita soal mantannya. Dia bilang dai belum pernah cerita ke orang lain sebelumnya.”
“Mang cerita apa dia?”
“Dia pernah ngebakar semua baju-baju yang mantan cowoknya beliin waktu si cowok mutusin dia.”
“Wajar kale. Emosi.”
“Oia? Lo maniac makanan Jepang kan? Jangan pernah lo harap bisa nge-date ma dia ke restoran Jepang favorit lo itu.”
“Napa emang?”
“Mantannya suka banget makanan Jepang. Dia uda sumpah,..pocong mungkin…buat nggak pernah lagi makan di restoran Jepang manapun.”
“Sampe segitunya?”
“Yup. Yuk balik.”
Mereka berdua keluar toilet dan kembali ke meja. Percakapan berlangsung beberapa menit dan kemudian Adrian pamit dengan alasan ada janji lain. Ketiganya bersamalan dan Adrian pergi.
Beberapa saat setelah itu Ricky menerima SMS dan membacanya. Ternyata pesan singkat itu dari Adrian:
“Tnx for trying anw. Jangan kapok ngenalin gua lagi ke tmn2 ce lo ya ”
Ricky memasukkan hapenya dan setelah itu yang ada di pikirannya adalah Desi dan begitu pula sebaliknya.
“Sampai dimana kita tadi sebelum Adrian dateng?” Tanya Desi ke Ricky.
“Sampe di balcony and making a history.”
Ricky tersenyum….senyum yang bertanggung jawab.

-Je-

About thef1rstmanonjupiter

I'm a true ARIES--If you know what I mean. If you don't, google it:)

2 responses to “One Moment

  1. exort

    mmm…..gw kenal banget ada org yg dulunya cuma seorang COWO dan sekarang dia sudah berubah menjadi seorang PRIA….dan orang itu adalah……pemilik blog ini 🙂

  2. Je

    amin. doanya kenceng, man! uda kayak istighosah. mau ikutan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s