Semalam di Rumah Sakit (part 5)


 

For the previous part,…click here.

Jimmy mengumpulkan tenaga yang ada untuk membangunkan dirinya sendiri. Dia menopang tubuhnya dengan dua tangannya. Lalu keseimbangannya datang dan dia mulai melepas sandaran tangannya. Mulai bergeserlah dia ke ujung ranjangnya. Kakinya masih menggantung belum menyentuh dinginnya lantai UGD rumah sakit. Dan begitu hal itu kejadian, langsunglah Jimmy menarik kakinya. Namun tekadnya untuk mengambil iPhonenya membuatnya pelan-pelan beradaptasi dengan suhuh di lantai. Dia hanya berepikir bahwa dingin itu tidak akan membunuhnya. Lagipula kaki kan punya bagian kulit yang paling tebal di tubuh manusia.

Dan terjunlah dia ke pengalaman mengambil apa yang menjadi miliknya. Kakinya sekarang sudah di lantai. Dicobanya mencari alas untuk melawan dingin. Dan dia dapatkan.

“OK,…” Gumamnya menenangkan diri sendiri.

Jimmy mulai bergerak sedikit mendeekati ranjang Siska. Tangan kanannya mulai berusaha menyentuh gorden yang menutupi sebagian tubuh Siska. Matanya sedikit berpindah ke pintu kamarnya untuk memastikan suster-suster itu tidak datang degan tiba-tiba masuk ke dalam dan mendapati…tangan kanannya didigit oleh Siska!

Secara reflek Jimmy berteriak dan menarik keras tangannya di tengah-tengah lehernya yang merinding melihat mata besar Siska yang menatapnya kejam. Dia setengah lari keluar ketika dia terjatuh sempoyongan. Yang membuatnya bergidik paling hebat adalah ketika Siska tersenyum dengan satu gigi yang tidak ada di tempatnya.

Advertisements