Posted on

Tidak Terima–Part 4 (end)


Aku menjatuhkan perisai dan pedangku. Perisauku jatuh terbuka dan pedangku jatuh ketanah tak tertancap. Mereka tampak bingung. Mereka mulai saling menatap seolah meminta persetujuan masing-masing untuk melawanku dengan tangan kosong. Dan memang itulah tujuanku. Aku berusaha untuk lebih meyakinkan mereka untuk melawanku satu-persatu dengan cara berdiri sedikit menyamping, merapatkan jari-jari tanganku, jari tangan kanan di bawah leherku dan jari tangan kiri di dekat bawah telingaku. Tindakanku itu membuat mereka berbaris kebelakang. Dan ketika mereka merapikan diri, kakiku menginjak keras ujung perisauku yang lalu naik. Ketika mencapai setinggi dada, aku mendorong perisai itu ke arah mereka. Dan aku berlari dibelakangnya. Mata prajurit terdepan terbelalak. Namun tidak untuk waktu yang lama. Perisaiku mengakhirinya. Dan dengan beberapa gerakan, habislah ketuju prajurit itu.

Dengan nafas terenggah-enggah aku berdiri di sekitar berpuluh prajurit yang sebagian mati cepat dan sebagian lagi menunggu saat-saat terakhir mereka. Aku mendekati mereka satu-persatu. Aku tarik tangan kiri mereka dan dengan gerakan cepat pedangku memotong semua jari-jari itu tak bersisa.

Pedangku berwarna merah. Sungguh berwarna merah. Namun aku tidak perduli bahkan sedikitpun. Karena aku yakin mereka juga tidak perduli saat mereka memotong jari-jari tangan kiri Kalamita. Aku tidak terima!

Dan setelah semua usai, kau memutuskan untuk melakukan sesuatu sebelum bertemu dengan Kalamita di tempat persembunyiannya…

Matahari itu tenggelam. Semburat sinarnya menyentuh bayangan ujung-ujung rumput senja. Ada dua manusia sedang berjalan bergandengan menuju nasib mereka berdua. Sang wanita di sebelah kanan, dan sang pria di sebelah kiri. Jari-jari tangan yang tersisa dari mereka berpegangan erat satu sama lain..mengikat janji untuk waktu yang selamanya.

–Je–

About thef1rstmanonjupiter

I'm a true ARIES--If you know what I mean. If you don't, google it:)

4 responses to “Tidak Terima–Part 4 (end)

  1. renotxa

    tidak terimaaaaa…..

  2. exort

    another good short story from good story telling

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s