Posted on

Tidak Terima–Part 2


Aku menatap sekelilingku. Ada duapuluh orang melingkariku dan ada tiga lapis lingkaran. Bagus! Dan aku mengharapkan untuk bisa keluar dari lingkaran ini? Tidak! Aku tidak bermaksud barang sebentarpun untuk keluar dari lingkaran ini. Aku berada di tempat yang seharusnya. Ini adalah tempat yang sangat tepat untuk menghancurkan lingkaran-lingkaran setan ini…dari dalam!

Bibirnya sudahbersih dari air. Sekarang yang ada adalah kemerah mudaan yang tersenyum dalam raut muka yang sedih.

Lalu jari kanannya turun ke alisku.

“Kamu tahu kan kalau aku sangat suka alis ini?”

Dan bertahun-tahun aku membeci alisku yang terlalu tebal menambah keburukan rupaku dan dia menyukainya? Dia menyukainya? Dia menyukainya?

Aku hanya mengangguk dalam tanya dan syukur. Pengagumku ada di depanku. Seribu pengagumnya ada di depannya.

Dia menyapu mataku dan membuatnya tertutup. Terlihatlah satu torehan luka yang berujung di daun telinga kiriku. Ditelusurinya luka itu. Perih. Namun aku merasa diperhatikan. Dalam gelap mata aku bisa mendengar desisan simpatinya. Aku tahu itu.

“Maaf. Luka ini karena kesalahanku.”

Aku ingat di dalam lingkaran itu aku melempar perisaku ke atas yang benar-benar bisa mengacaukan lingkaran pertama di sekelilingku. Mereka semua menatap ke atas bersiap-siap akan kejutan tidak menyenangkan dariku. Namun kejutan itu aku daratkan ke kedua pasang lutut setiap prajurit di hadapanku. Dan ketika mereka menganggap perisaiku tidak ada apa-apanya, mereka terduduk lumpuh dengan bertopang lutut yang luka. Dan mereka digantikan oleh para prajurit di lapisan kedua.

Aku menggelengkan kepala sementara aku merasakan air mataku sendiri menetes pelan.

“Bukan salahmu. Bukan salahmu.”

Dan jari kanannya memainkan daun telingaku yang membuatku bergidik geli. Dan dia tertawa kecil. Apapun boleh kau lakukan untuk semua kesalahanku, Kalamita.

 

Perlahan-lahan dengan kemarahan mereka yang membara karena kecuranganku, prajurit di lapisan pertama mundur dengan susah payah. Bahkan ada yang diseret prajurit lain. Dan ada suara sangat keras yang membuatku mengumpulkan tenaga sekuatku untuk bertahan

“SERAAAAAAAAAAAAANG!!!”

(to be continued)

About thef1rstmanonjupiter

I'm a true ARIES--If you know what I mean. If you don't, google it:)

2 responses to “Tidak Terima–Part 2

  1. Bung Iwan

    jadi apa yang akan terjadi selanjutnyaaa???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s