Posted on

Kesadaran diri


Akhirnya gw pulang juga dari Solok-Padang. How do I feel? Lemme spell it: M-A-N-Y-T-H-I-N-G-S. Dan penyebabnya juga M-A-N-Y-T-H-I-N-G-S.

Pertama2 gw harus mengalami sebuah perjuangan hebat memerang pendapat diri sendiri melawan senior2 kantor. Ampuuun deh. Gw propose satu kerjaan dan komplikasi pun terjadi. Gw nyoba kekeh sekekeh2nya itu masjid yang survive Tsunami di Aceh. Sampe akhirnya gw inget salah satu seminar yang pernah gw datengi. Si Speaker pernah ngomong yang intinya:

‘Bapak2, Ibu2 (gw yang Bapak2 ya), apa yang akan anda lakukan sebagai seorang pemimpin ketika dihadapi kerumitan? Hampir semuanya bilang, hadapi. Gw si nggak setuju2 banget. Sampe akhirnya gw menapat pencerahan dengan jawaban:  “Kalau dihadapi sebuah kerumitan, a great leader punya choices untuk menghadapi atau berubah.”

Dan gw berubah. Apa hasilnya? Kantor gw damai. Gw nya? Numb aj. Nggak ngerasa apa2. I was too damn busy with my work I didn’t have even a little time to feel anything.

Sampainya gw di Solok gw tanyalah komen orang2 yang kena impact kerjaan gw. Dan hampir semuanya bilang kerjaan gw (yang gw rubah itu) susah buat dipahamin. Daaaaang!!!!

Kedua, gw diadepin dengan perjalanan Padang-Solok dalam keadaan ujan dengan jarak pandang pendek dari mobil yang disetiri Mr. Must-have-been-a-racer. Deg2an sepanjang jalan. Padahal mulai kerja aj belum. Did I survive? Yes!

Ketiga, gw harus berada ditengah2 (dan didepan tentunya) para peserta training yang meng-confront apa2 aj yang gw omongin karena beda dengan beberapa hal yang the previous trainer omongin. Daaaaaaang! I felt numb suddenly and langsung inget kalo gw pernah install software iFake versi terbaru ciptaan temen gw.

“Bla bla bla, bla bla bla, do you understand?”

Pada ngangguk deh. Finally closing gw adalah:

“If you face differences from what you hear, just use your common sense.”

PS: Gw cuma berharap their sense is common. LOL.

Terus,.terus,..(langung lompat ajah) baliklah gw. Di pesawat yang gw naikin, ada dua tragedi. Satu tragedi internal dan satunya external.

–Begitu gw masuk pesawat and menebar pandangan galak nan bewokan, gw ngerasa ada yang aneh. Tapi waktu itu belum jelas. Beberapa menit setelahnya barulah semua itu jelas. Ada satu pramugari ngedeketin dua penumpang di deket jendela darurat. Kedua penumpang itu adalah sepasang asmarawan dan asmarawati at their 60s. GREAT!!! Our lives depend on the couple. Pramugari itu gagal ngebujuk si couple buat pindah. Doooh…parahnya, itu pramugari juga kurang kekeh. Mundur deh dia.

2nd attempt. Datenglah petugas pesawat and langsung said “hi” and to the point dia minta itu si couple pindah. Eeee itu Bapak bilang kenceng banget:

“Dari pagi saya sudah pesen di tempat duduk ini!”

OMG!!!

Mundur deh itu petugas and dateng lagi satu pramugari senior. Gagak juga dianyaaaa.

Tau dong apa yang gw rasain…. gw langsung berusaha inget2 apa yang diomongin ketiga orang yang mencoba itu. NONE of them explained the REASONS to the couple!!!!

Pingin deh rasanya gw datengin itu bapak2 and ngejelasi alesannya kenapa mereka nggak boleh ada disana. Apa mereka bakal tersinggung? AT least kl mereka tersinggung, mereka tersinggung dengan cara yang bener kaaaaan??? Tapi keburu pesawat take-off. Mmmpppphhh….

-Trus d sebelah gw ada cewek yang born ngeselin di bagian muka. Dia pake headset yang pas gw lirik, tenyata nyamtol di BB nya. Ya Allah, hadn’t I suffered enough?

Trying to be positive about it, mungkin dia tau gimana caranya matiin jalur komunikasi d BB. Secara yang gw tau BB tipe yg satu itu g ada flight modenya. Ya Allah,…gw sampe nuduh diri gw sendiri bego dan berharap tipe BB itu ad flight modenya.

Sanking gw masih pingin idup, gw ngintip2 apakah indikator merah tanda ada aktivitas di BB itu nyala apa nggak. Nggak nyala. Yo wes. Gw mungkin emang bego kali ya.

Trus lewatlah satu pramugari di barisan kita. Waiiiiiit,…kenapa itu cewek dengan muka ngeselin nyembunyiin BB nya?

Mmmm mungkin gw yang terlalu curiga. But tell u wat, my being curiga takes me to places, u know!

Dan nggak terimanya gw mulai nambah2 karena TIAP KALI ada pramugari lewat, dia SELALU nyembunyiin BBnya. Ya Allaaaaaaaaaaaaaaah,…..

Apa yang harus gw lakuin??? Dan gw even mundur selangkah dari pemikiran gw waktu itu dengan tanya apa gw HARUS ngelakuin apa2 soal itu?

I was not sure how I stopped asking questions. Yang jelas gw nggak ngelakuin apa2. Gw cuma janji ke diri gw sendiri: Kalo sampe ada apa2 di pesawat ini, ada tiga orang yang mau gw maki2 abis!!!! (itu kalo I got out of the plane safe).

I did! Setelah sebelumnya, di berapa ketinggian dari dasar laut hampir semua penumpang TERIAK kenceng banget karena selama sekitar lima detik pesawat itu turun mendadak!!!

I just wished that everyone in that plane including me have MORE kesadaran diri buat orang2 di sekitar.

Mmmmpppphhhhh…..

About thef1rstmanonjupiter

I'm a true ARIES--If you know what I mean. If you don't, google it:)

6 responses to “Kesadaran diri

  1. renotxa

    Bener bgt om je. Kesadaran diri itu susah bgt bangunnya. Egoisme masih #1 di chart list kita. Dengan tidak memikirkan orang lain, pasti kesempatan besar untuk gak peduli sama lingkungan apalagi situasi lbh besar.
    Tapi jujur sejujur-jujurnya, nh cerita kq jadi lucu y? Mbok dibikin agak dramatis biar nangis yg baca.

    *di rudal
    *di hujat
    *di rajam

  2. mariskova

    Nah, kalo udah belajar soal iFake dari temen lo yg pinter itu, elo perlu belajar soal maki-maki calon penjahat soal kesadaran bersama itu sama… sapa lagi.. Nuniek. Satpam Transjakarta itu.

  3. sona ⋅

    yang paling mantap itu Mmmmpphhh yang panjang..it means that youu sabar enough enough…Ya syukurlah utk tetap sabar dan optimis akhirnya sampai di JKT dengan selamat..Makasih yah buat pramugarinya..hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s