Posted on

Post Interview Syndrome


Gw g brenti2nya bersyukur punya kekuatan menarik kejadian2 aneh, konyol dan entertaining untuk gw sendiri ke kehidupan gw. Ini adalah salah satunya:


Hari ini gw dikejar2 deadline beberapa pekerjaan. Di tengah2 pusing kepala gw, manager gw bilang:
“Ada kerjaan lagi. Dua orang dari cabang X harus diinterview.”


Yaiiiiiiiiiiiiiks….itu artinya kerjaan gw sendiri di hari itu bakal tertunda. Langsung mucul beberapa escape plan di benak gw yang canggih abis:
a. Pusing,…mules,…g bisa ikutan interview
b. Batuk2 and sakit banget buat ngomong and g bisa ikutan interview
c. Pingin renang tiba2 and g bisa ikutan interview
d. Males ajah and g bisa ikutan interview
e. Hamil tua and harus kontrol and g bisa ikutan interview
But,…gw lupa satu hal. Gw adalah PIC dari training in yang artinya,…gw harus interview itu dua orang.


Gw hadapilah kedua orang itu dengan senyum…yang edisi palsu tentunya. Bla bla bla,…one hour test,…good luck!
After an hour,…dikasi kopi dulu deh itu dua orang. Soalnya mereka kayak uda teler gt…maklum dari luar kota and langsung di tes. Dan lanjut dong ke interview…




Peserta pertama
Profil: cewek, kandidat musimah abis yang kemana2 bawa rosario, punya bakat natural dan penuh pengahayatan meranin tokoh cewek yang lagi ngantuk berat yang lebih berat daripada bobot badan gw.


Bla bla bla sekitar dua puluh menit, tiba-tiba dia megang kepala and nutupin wajah.
“Boleh duduk? Saya pusing. Maaf.”
Wadoooh,…seragam 911 gw masih dijemur karena keujanan semalem…
Akhirnya gw keluar and cari obat pusing kepala…dan terselamatkanlah satu nyawa di di siang itu.


Peserta kedua
Profil: cowok, masih muda, anak lulusan fitnes tingkat dunia, necis banget, kaos seketat saiful jamil, and pedenya fully charged.


Bla bla bla,…maksud saya,…bisa diulangi pertanyaannya? Well,…saya sih biasanya,..Oh salah? Maksudnya? Oh,..itu maksudnya,…kalo gitu dulu saya…bla bla bla. Saya ramah, gampang bergaul dan PERCAYA DIRI (setelah itu dia naikin tangan di meja and kayak ada gempa gt di jari2nya. LOL).


Mulai goyang deh tuh kepercayaan diri gara2 partner gw tuh masternya bikin orang jadi  pede. Cukup satu senyuman,…ancur deh itu Collosium of Confidence. Jawabannya mulai kemana2 apdahal gw yakin partner gw tau banget kalo pertanyaan simple itu uda kejawab.


Well,..anw pas uda kelar, itu cowok berdiri and shook our hands. And what is thaaaaaaaaaaaaat? ICE ROCK? Kakakakakak. And dia keluar ruangan. SEGERA setelah itu, gw nutup berkas2 interview and langsung SPRINT ke toilet karena gw uda kagak nahaaaaaaaaaaaaaaaaan pingin unloading liquids seharian. pas adegan lari kayak the SIXTY MILLION DOLLAR MAN itu, gw ngelewatin dia yang sedang duduk lemes di sofa kantor.


Pas gw masuk toilet, gw langsung menuju ke urinoir favorit gw (gw ada hubungan sentimentil sama urinoir yang satu ini). Terjadilah adegan dewasa sampe akhirnya gw denger pintu toilet kebuka.


Eng ing eng,…. sampe disini,..can you guess the continuation of the story?









Si cowok itu masuk and langsung bilang:
“Oh My God,..I was very nervous when I was inside.”


Opening the door,…


“I mean,..I could answer the questions well at the beginning!!!”


Launching missile…


“But then I got nervous…”


Aiming at the target…


“It just went blank, you know.”


Locking up target…


“I just do not know what happened back then.”


Shoot,…..
FAILED!


“What do you think of that?”


Shoot,…
FAILED!


“I think it was quite ok.”


Shoot, 3rd attempt,…


“What do you mean?”


ABORT MISSION!!!!!
Gw gak jadi kencing!!!!!!











About thef1rstmanonjupiter

I'm a true ARIES--If you know what I mean. If you don't, google it:)

6 responses to “Post Interview Syndrome

  1. windearly

    another 'memorable' moment with that urinoir ye….

  2. Je

    kakakaakakakkakak. mau join wind? kakakakkaak

  3. Daffodil

    kali kudu melakukannya dengan jongkok? wakakakakak.

  4. nov1

    bole dicoba tuw usulnya si daff…huahahaha….

  5. nov1

    btw, just an idea, mungkin di depan toilet di lia kudu dipasangin quote kaya di depan toilet di salihara. "Today, the degradation of the inner life is symbolized by the fact that the only place sacred from interruption is the private toilet."Lewis Mumfordwakakakaka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s