Posted on

ZODIAK–Part II


“Ya gitu deh, mas. Topik Dania di toilet jadi pembicaraan yang bertahan sekitar seminggu di sekolah. Waktu itu Andre mutusin nggak nulis ribrik zodiak dulu minggu berikutnya.”
“Langkah yang bijaksana.”
“Langkahnya bijaksana, mas. Tapi gak tau kenapa, minggu berikutnya ada tulisan tentang zodiak.”
“Apa?” Aku terkejut. “Siapa yang nulis?”
“Itulah, mas. Yang jelas para panitia ngakunya nggak ada yang nulis. Kita sampe ngelakuin interogasi antara kita sendiri. Masalahnya, ada kejadian serupa kayak Dania di toilet.”
“Uda ada kejadian dulu baru elo-elo semua pada tau itu zodiak kepasang?”
“Iya, mas. Madingnya kan kita pasang Sabtu siang sebelum pulang. Besok paginya gak ada yang merhatiin. Gua sendiri cuma lewat di depan mading and ngelirik doang. Tau-taunya pas jam istirahat pas ada kesempatan buat ngebaca madingnya, uda ada tuh zodiak disana. Isinya tentang cowok yang namanya si Riza itu. Tulisannya kayak gini, mas.”
Dia menyerahkan robekan kertas yang kedua.
“Buat yang bintangnya Scorpio (Riza,…elo scorpio kan?) ati-ati aja ama dompet lo. Mungkin lo harus banyakin amal daripada banyakin nagih orang nraktir lo! Inget karma, man. Jauh-jauh dari kita2 deh!”
“Let me guess,…dompetnya Riza ilang?”
Tabitha menggeleng. “Riza absen hari itu…sampe tiga minggu kalo hari ini diitung  tanpa ada kabar bahkan dari orang tuanya.”
Aku menarik napas panjang.
“OK,…gua tau kalo Mas Alex berpikir ini mungkin sebuah kebetulan. Asal mas tau aja, begitu ramalan zodiak itu keluar, panitia ngadain rapat dan akhirnya setuju kalo kita gak komentar apa-apa dulu soal edisi yang tiba-tiba ada itu. Kita juga nggak lapor ke kepsek ato guru dan berharap gak ada yang ngelakuin hal yang sama sampe kita sendiri dapet petunjuk dari masalah ini. Toh waktu itu kita belum tau Riza ilang ato cuman absen aja.
“Tapi begitu seminggu Riza gak muncul juga, kita mulai bingung. Anak-anak mulai curiga dikit-dikit. Apalagi pas hari Senin berikutnya muncul ramalan zodiak lagi yang tidak ada satu panitiapun yang ngaku nulis and masang itu. Ada kalimat ini di edisi itu.
“Buat si love birds, yang dulu ada di kehidupan kamu tapi tiba-tiba pergi, katanya butuh temen. Dia kesepian.”
“Pacarnya Riza?” Tanyaku.
“Exactly! Itulah dugaan gua and temen-temen.”
“Siapa namanya?”
“Tyas.”
“Tyas ilang?”
“Bukan. Dian yang ilang!”
“Dian? Dian…”
“Dian si wakil ketua panitia mading. Suatu hari Dian nggak masuk dan terus-terusan sampe lima hari and gak ada kabar. Yang ada cuman gosip yang uda gua sendiri confirm ke Tyas kalo ternyata Riza uda putus dari dia gara-gara Dian. Tyas berusaha nutup-nutupin semua itu tapi gagal. Pas gua tanyain ke siapa dia pernah curhat, dia bilang gak pernah curhat ke siapa-siapa karena dia malu dibohongin temen sekelas sendiri.”
“But somebody knows!”
“Somebody knows!”
“Terus?”
“Yang lebih parah mulai kejadian. Ada rubrik zodiak lagi.”
“Minggu setelahnya?”
“Hari Selasa minggu yang sama. Zodiaknya mulai diganti perhari!”
“What?”
Tabitha menunjukkan potongan artikel ketiga di tangannya.
“Yang pisces pigin ikutan jalan-jalan? Bertiga kan lebih seru daripada berdua! Gabung aja ama yang ada acara!”
“Bintang lo?”
“Gua Taurus.”
Aku memasang ekspresi lega. Apakah terlalu kentara?
“Andre yang pisces!”

About thef1rstmanonjupiter

I'm a true ARIES--If you know what I mean. If you don't, google it:)

2 responses to “ZODIAK–Part II

  1. Daffodil

    kapan yg aries ya? *harap harap cemas*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s