Posted on

Kau, Aku dan Sebuah Perjanjian


“Kita sudah melalui segalanya bukan?”
“Ya. Segalanya. Benar-benar segalanya.”
“Dan nilai tertinggi kita?”
“90. Aku ingat sekali waktu makan malam kita ngundang papa mama kita and si Wati telepon nangis-nangis. Belum lagi Jaka dateng pula tiba-tiba.”
“Buka kancing baju berapa?”
“Empat!!!” Rina dan Toto mengucapkan kata itu bersamaan dan begitu juga tawa mereka.
“Mau bir lagi?”
“Heineken. Langsung empat aja. Eneg gua liat waiter yang bolak-balik ngelirik-lirik gua. Gak tau apa gua lagi sama suami gua yang tersayang.”
“Hahahaha.” Keduanya tertawa. Toto menaikkan tangan dan sesaat kemudian seorang waiter berbadan atletis datang dan menanyakan apa yang mereka mau. Ketika dia melakukan itu, matanya melirik ke Wati lagi. Kali ini tujuannya lebih spesifik—paha Rina. Mengetahui hal itu, Toto yang tetap mengajak berbicara si waiter juga meletakkan telapak tangannya ke paha istrinya itu. Si pelayan tampak menelan ludahnya sendiri melihat tangan Toto yang menyibakkan mini skirt Wati semakin ke atas. Demi pemandangan itu, si pelayan menawarkan minuman-minuman lain yang ditolak semuanya oleh Jaka. Dengan sedikit keputusasaan akan penolakan itu yang artinya dia harus segera kembali ke bar, si pelayan meninggalkan mereka berdua.
“Dasar cowok!”
“Hey!” Teriak Toto mendengar komentar Rina.
“Hahahaha.” Mereka berdua tertawa kompak lagi.
“Wanna dance while waiting for our beers?” Tanya Toto ke Rinai yang mengangguk.
Toto menuntun Rina turun ke dance floor yang penuh orang bergerak tidak jelas. Yang menggerakkan merekapun bervariasi—minuman keras, obat, musik yang seolah memukul-mukul gendang telinga mereka, trance yang membawa mereka kemana saja yang mereka mau dan lainnya.
Beberapa saat mereka berdansa, Toto melirik mejanya yang didatangi pelayan yang meletakkan empat botol kecil bir. Si pelayan sempat bingung mencari-cari mereka berdua namun segera menemukannya walaupun di dalam gelap. Mungkin karena Toto memakai kaos tanpa lengan dengan tato yang memenuhi lengan kanan atas sampai pergelangannya. Si pelayan hanya mengangguk, melihat sebentar ke bir di meja mereka dan kemudian berbalik ke bar. Jaka mengajak Wati untuk berhenti dan kembali ke tempat mereka semula.
Sekarang mereka menenggak masing-masing botol kecil bir yang mereka pesan. Keduanya—masih dengan kepala yang mengikuti irama—saling memandang penuh arti.
“Seriosly, lanjut nggak kita?” Tanya Rina.
“Why not? We have come this far, babe. Uda macem-macem yang kita lalui. So far kita bisa manage, kan?”
“Yup.” Kata Rina sambil memainkan kaleng birnya.
“Tonight?” Tanyanya.
“Kayaknya tu waiter perlu di beri pelajaran. Gua deketin, ya. Gakpapa kan pulang sendiri?”
“Kayak gitu itu yang namanya suami bertanggung jawab? Hahahahaha.”
Toto juga tertawa bersama Rina.
“Nih, gua tunjukin tanggung jawab gua. Elo gak bakalan pulang sendiri, kok. Liat arah jam sebelas ada cewek mini skirt item ketat. Dari tadi liatin lo. Robek aja mini skirtnya and dapetin harta karunnya.”
Rina dan Toto tertawa. Rina memandang ke seorang wanita dewasa dengan mini skirt hitam seperti yang disebutkan Toto.
“OK, juga. I’ll take the house tonight. Elo ke hotel sebelah club ini aja, ya.”
“Hey!” Teriak Toto.
“Hahahahaha.” Rina hanya tertawa sambil berdiri untuk menuju ke arah wanita dewasa tadi. Sebelum kesana, dia menoleh ke Rino dan berkata:
“Babe, I am still your loving wife till death do us part. Cheers?” Rima mengangkat kaleng bir dan mengajak Toto untuk menenggaknya.
“To…kawin kontrak!” Kata Rina dan kemudian tertawa yang disusul oleh Rino.
“To kawin kontrak!” Kata Rino.
“See you tomorrow and goodluck converting the waiter!” Kemudian Rina menuju mangsanya malam itu.

About thef1rstmanonjupiter

I'm a true ARIES--If you know what I mean. If you don't, google it:)

2 responses to “Kau, Aku dan Sebuah Perjanjian

  1. Daffodil

    ngga ngerti kenapa, gue kok merinding ya bacanya?

  2. Je

    bukannya elo emang gampang merinding? kakakakakakakakakak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s